CERITA DIBALIK TENUN ENDE


Pasar adalah tempat favorit yang paling sering saya tuju ketika mengunjungi suatu daerah ketimbang tempat rekreasinya. Ada dua alasan utama kenapa saya selalu memilih pasar. Pertama, pasar bisa saya kunjungi pagi sekali sebelum menjalani rutinitas pekerjaan. Kedua, biasanya pasar tidak terlalu jauh dari hotel tempat menginap. Begitu pula ketika saya berada di Kabupaten Ende, Propinsi Nusa Tenggara Timur, pasar seperti menjadi agenda wajib yang harus saya kunjungi. Berbeda dengan pasar-pasar lain yang pernah saya kunjungi sebelumnya, mata saya kepincut dengan pakaian yang mereka gunakan. Hampir semua penjual yang ada di pasar menggunakan kain tenun. Ketika saya mengunjungi lokasi lain yang masih masuk wilayah kabupaten Ende, sepanjang jalan saya bisa menyaksikan bahwa kehidupan masyarakat Ende memang tak bisa dipisahkan dari kain tenun. Di tempat lain, kita (mungkin) hanya akan menjumpainya di acara-acara tertentu.

Menggali informasi tentang tenun di daerah Ende menjadi kian menarik. Menurut informasi dari beberapa penduduk setempat, leluhur masyarakat Ende telah menetapkan perjanjian bahwa pembuatan tenun hanya dilakukan oleh para ibu atau gadis dari pesisir pantai selatan kabupaten Ende. Sedangkan masyarakat Ende bagian tengah dan utara dilarang membuat kain tenun. Kenapa demikian? Karena tanah di bagian selatan bergunung-gunung, terjal dan berbatu, sehingga sangat sulit untuk bercocok tanam. Sementara di daerah tengah dan selatan, hamparan sawah dan kebun menjadi pemandangan utama. Dalam perjanjiannya, masyarakat pesisir selatan mengerjakan tenun ikat, ditukar dengan bahan baku tenun dan makanan yang dihasilkan oleh masyarakat bagian tengah dan utara wilayah Kabupaten Ende. Sampai kini, perjanjian itu tak pernah dilanggar. Masyarakat masih percaya, bila itu dilanggar akan terjadi bencana. Yang sangat mengagumkan adalah, leluhur masyarakat Ende begitu memperhatikan kebutuhan dasar manusia yaitu sandang dan pangan, sehingga masyarakat utara, tengah dan selatan tetap hidup berdampingan dengan damai. (YST)

Share Button