SIRAMAN SEDUDO


Dalam  hitungan kalender Jawa, tepatnya bulan Suro, diadakan Siraman Sedudo. Lokasinya berada dilereng pegunungan Wilis. Yaitu desa Ngliman, kecamatan Sawahan kabupaten Nganjuk. Air terjun ini berada di ketinggian 1.438 meter diatas permukaan laut. Tinggi air terjun sekitar 105 meter. Warga meyakini, air terjun Sedudo ini mempunyai kekuatan supranatural. Menurut mitos, pada bulan Suro air terjun Sedudo membawa berkah awet muda bagi yang orang yang mandi di air terjun tersebut.

Dari Surabaya, lokasi air terjun Sedudo bisa ditempuh melalui perjalanan darat sekitar 4 jam. Jarak dari Surabaya menuju lokasi 135 km. Jalan bisa dilewati motor atau minibus. 20 km dari lokasi air terjun Sedudo, jalan mulai naik. Disarankan berhati-hati jika ingin pergi ke air terjun Sedudo. Banyak tikungan curam dan tanjakan. Untuk masuk ke lokasi Wisata Air terjun sedudo, pengunjung dikenakan retribusi sebesar 10 rb per orang. Sepanjang perjalanan menuju lokasi, anda bisa menikmati hamparan sawah tersusun seperti terasering. Saat pagi, lereng Gunung Wilis yang terselimuti kabut, bisa anda saksikan jika beruntung.

Tanggal 4 November 2014, pemerintah kabupaten Nganjuk melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, menggelar Siraman Sedudo. Acara ini dihadiri Bupati Nganjuk dan ratusan pengunjung. Acara siraman Sedudo ini merupakan agenda tahunan Kabupaten Nganjuk. Prosesi  diawali dengan tabur bunga. Wakil Bupati Nganjuk KH Abdul Wachid Badrus beserta rombongan menuju ke air terjun. Kemudian sesaji dilempar  ke tengah air terjun sedudo.

Setelah ritual, seorang penunjuk jalan (cucuk lampah)  memandu jalan menuju air terjun Sedudo. Di belakang berderet lima sesepuh membawa dupa dan sesaji. Disusul  putri domas, lima penari Bedhayan, 10 gadis berambut panjang dan 5 perjaka tampan. Ada penampilan tari Bedhayan Amek Tirta. Tari ini dibawakan oleh lima penari cantik. Penari tersebut, menari sambil membawa klenthing. Suasana menjadi sakral saat aroma harum  keluar dari  asap dupa. Ini pertanda prosesi sedang berlangsung. Saat ritual, Ki Suprapto HS, membacakan mantra-mantra sambil membakar dupa menghadap ke guyuran air terjun Sedudo. Selanjutnya diikuti ritual larung sesaji ke dalam air Sedudo Usai upacara selesai dilanjutkan mandi bersama para pengunjung dan tamu undangan berebut masuk ke pemandian air terjun Sedudo.

Share Button